Friday, August 16, 2013
KANDUNGAN GIZI DALAM TEH HITAM
Menurut Archieve of International Medicine, Polifenol dalam teh hitam merupakan antioksidan jenis biolavanoid yang 100 kali lebih efektif dari Vitamin C dan 25 kali lebih efektif dari Vitamin E.
Teh hitam ternyata bukan hanya berkhasiat untuk kesehatan, tapi juga bermanfaat untuk kecantikan. Jika dioleskan ke kulit, antioksidannya yang kuat, bersamaan dengan vitamin-vitamin E dan C memerangi radikal-radikal bebas, sejenis molekul reaktif yang antara lain menyebabkan penuaan dini. Teh juga merupakan astringent yang bisa membantu mengatasi mata sembap dan jerawat. Termasuk mengencangkan bibir, untuk perawatan kulit wajah, menghitamkan rambut dan lain-lain. Kandungan tanin-nya baik untuk menenangkan kulit yang terbakar sinar matahari.
SENYAWA BERMANFAAT DALAM TEH HITAM
Apa yang terkandung di dalam teh hitam yang membuatnya menjadi minuman kesehatan? Jawabannya terletak pada senyawa kimia alami yang terkandung di dalam daun teh: Polyphenol, Flavonoid, dan Catechin.
Menurut Joseph McLaughlin, seorang peneliti di National Cancer Institute, teh hitam sangat efektif dalam melindungi tubuh dari kanker esofagus, yaitu saluran yang berjalan dari mulut ke lambung. Para peneliti yang meneliti kelompok orang yang merokok dan minum alkohol juga menyatakan bahwa mereka yang minum teh hitam 5 cangkir setiap hari mengalami penurunan resiko kanker sebesar 20% pada pria dan 50% pada wanita. Dan untuk mereka yang tidak merokok atau minum alkohol, risiko kanker esofagus bagi peminum teh hitam turun sebesar 57% pada pria dan 60% pada wanita. Menurut McLaughin di dalam The Jurnal of the National Cancer Institute. “Semakin banyak teh hitam yang Anda minum, semakin rendah risiko Anda.”
RAJIN MINUM TEH HITAM, INILAH MANFAATNYA
REPUBLIKA.CO.ID, Teh hitam dapat membuat hidup lebih sehat. Sebuah penelitian terhadap lebih dari 3.400 orang dewasa di Arab Saudi, di mana masyarakatnya dikenal suka minum teh, menemukan bahwa mengonsumsi teh hitam lebih dari enam cangkir sehari bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner lebih dari 50 persen. Menurut penelitian tersebut, antioksidan yang disebut flavonoids, yang terdapat pada teh hitam dan teh hijau, ternyata dapat menjadi senjata yang potensial untuk mencegah penyakit jantung.
”Teh, minuman yang dikonsumsi masyarakat di seluruh penjuru dunia, adalah bahan yang kaya akan unsur antioksidan ini,” ujar para peneliti dalam studi yang dipimpin oleh Dr Iman A Hakim dari Universitas Arizona, Tucson, Amerika Serikat.
Teh hitam merupakan minuman favorit bagi kebanyakan masyarakat di dunia belahan timur. Sementara baru sedikit studi yang mencoba meneliti khasiat teh hitam bagi kesehatan. Padahal di belahan dunia lainnya teh hitam banyak dikonsumsi. Para peneliti mewawancarai 3.430 warga Arab Saudi yang berusia 30 hingga 70 tahun. Mereka diminta untuk mengisi kuis tentang kebiasaan diet, riwayat merokok, minum kopi, olahraga, serta faktor-faktor lainnya.
Hanya enam persen dari mereka yang terdiagnosis menderita penyakit jantung koroner. Minum teh sudah merupakan kebiasaan di Arab Saudi. Sekitar 90 persen dari responden yang terlibat dalam penelitian ini mengonsumsi teh setiap harinya. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang minum teh lebih dari enam cangkir sehari (yang jumlahnya mencapai 20 persen dari responden) memiliki risiko terkena penyakit jantung 50 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum teh.
Temuan ini tetap berlaku meskipun para peneliti telah memyesuaikannya dengan faktor-faktor risiko lain seperti merokok, obesitas, tingkat kolesterol, serta gaya hidup yang kurang banyak bergerak. Secara umum, orang yang menderita penyakit jantung cenderung sedikit mengonsumsi teh dibandingkan mereka yang lebih sehat, yakni 3,5 cangkir berbanding 4,5 cangkir per hari.
Bagaimana kebiasaan minum teh bisa meningkatkan kesehatan jantung? Para peneliti menerangkan bahwa flavanoids yang terdapat di dalam teh bisa menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko stroke hingga 12 persen. Ini berlaku bagi mereka yang mengonsumsi tiga cangkir teh sehari. Selain itu, flavanoids juga bisa menurunkan risiko pembekuan darah di arteri, dan mengurangi tingkat LDL atau ‘kolesterol jahat’.
Yuk, mulai minum teh hitam…
Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: health.com
Sunday, August 4, 2013
TEH CEGAH PENYAKIT DEGENERATIF
Menurut Prof Dr Ali Khomsan, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB), teh berasal dari bahasa China, yaitu tay. Bangsa China mengenal teh sejak 2700 SM kemudian orang Jepang mulai mengembangkan penanaman teh sejak 800 M serta menjadikannya sebagai bagian tradisi sosial dan agama.Tanaman teh dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis dengan curah hujan tidak kurang dari 1500 mm. ”Tanaman teh memerlukan kelembaban tinggi dengan temperatur udara 13-29,5 derajat C sehingga tanaman ini tumbuh baik di dataran tinggi dan pegunungan berhawa sejuk.”
Pendapat yang sama datang dari dr Ekky M Rahardja MS, spesialis gizi medis RS Graha Medika.
”Masyarakat China, Himalaya, ataupun Tibet memiliki kebiasaan atau tradisi minum teh setiap hari. Budaya ini juga terdapat di Jepang. Manfaat teh memang cukup banyak dan aman dikonsumsi,” kata Ekky.
Sepanjang tahun, lanjutnya, tidak pernah ada laporan orang keracunan teh.Ali menjelaskan terdapat beberapa jenis teh, antara lain teh hijau dan teh hitam. Teh hijau adalah teh berasal dari pucuk daun teh yang sebelumnya mengalami pemanasan dengan uap air untuk menonaktifkan enzim-enzim yang terdapat dalam daun teh, kemudian digulung dan dikeringkan.
Minuman teh hijau berwarna kuning hijau dan terasa lebih sepat dibandingkan dengan teh hitam. ”Teh hijau identik dengan simbol minuman kesehatan. Teh hijau bermanfaat untuk menyegarkan tubuh karena kaya vitamin C dan vitamin B terutama tiamin sekitar 150-600 mg dan riboflavin sebanyak 1,3-1,7 mg.”
Sedangkan teh hitam dibuat dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan menjadi layu sebelum digulung, kemudian dipanaskan dan dikeringkan. ”Teh hitam disebut juga teh fermentasi dan sebagian besar hampir 98% teh yang beredar di pasaran adalah teh hitam.”
Daun teh, kata Ali, memiliki susunan kimia yang spesifik. Komposisi ini akan memengaruhi mutu teh yang dihasilkan karena terjadinya reaksi-reaksi selama proses pengolahan berlangsung.
Menurut Ekky, sebetulnya di balik pucuk daun teh ini banyak manfaat yang bisa diambil. ”Kalau dari segi gizi untuk 100 gram teh mengandung sekitar 7% hidrat arang. Dan setiap hari orang tidak mengonsumsi teh sebanyak itu. Biasanya hanya satu cangkir atau satu gelas saja. Jadi porsinya kurang dari 100 gram.”
Kelebihan dari teh, kata Ekky lagi, adalah kandungan antioksidan berupa zat katekin cukup tinggi. ”Terutama pada teh hijau kandungan katekin cukup tinggi dibandingkan dengan teh hitam atau teh cokelat, karena teh hijau tidak melalui proses fermentasi.”
Daun teh mengandung tiga komponen penting yang memengaruhi mutu minuman, yaitu kafein yang memberikan efek stimulan, tannin memberi kekuatan rasa (ketir) dan polifenol yang memiliki khasiat kesehatan.
”Polifenol adalah antioksidan yang kekuatannya 100 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C dan 25 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E,” kata Prof Ali.
Polifenol juga bermanfaat untuk mencegah radikal bebas yang merusak DNA dan menghentikan perkembangbiakan sel-sel liar (kanker). ”Untuk mengambil khasiat antioksidan dari teh dianjurkan agar kita menyeduh teh dalam air hangat selama tiga menit.”
Tannin dalam teh yang menimbulkan rasa agak sepat diketahui dapat menghambat penyerapan mineral besi. Itulah sebabnya wanita hamil dianjurkan untuk tidak terlalu sering minum teh guna menghindari risiko anemia (kurang darah).
Bahkan anjuran yang ekstrem, kata Prof Ali, menyarankan agar kita jangan minum teh sehabis makan karena menu lengkap kaya vitamin, mineral, dan protein tidak akan terserap oleh tubuh secara baik apabila dihambat oleh kehadiran teh. Pola minum teh sehabis makan banyak sekali dijumpai pada tradisi masyarakat Sunda.
”Sebaiknya kita sikapi minum teh sehabis makan dengan proporsional. Kalau teh tidak terlalu kental, dampaknya negatif terhadap gangguan penyerapan gizi tidak terlalu besar.”
Baik untuk jantung
Lebih lanjut, Ekky menyarankan bagi penderita kekurangan zat besi tidak dianjurkan minum teh terlalu banyak. ”Walaupun kadar tannin tidak besar, kalau minum teh terlalu berlebihan, bisa menghambat atau merusak zat besi di dalam tubuh.”
Teh juga mengandung katekin tinggi. Aktivitas polifenol maupun katekin sebagai antioksidan untuk mencegah radikal bebas dapat mengurangi kerusakan sel sehingga proses penuaan menjadi lebih lambat.
”Orang tua zaman dulu sering menganjurkan agar kita tiap pagi selalu mencuci muka dengan air teh yang telah direndam semalam (teh wayu). Peresapan air teh melalui pori-pori wajah kita diyakini akan membuat kulit muka selalu kelihatan kencang dan bersinar sehingga memberi kesan awet muda,” kata Ali.
Teh adalah minuman pengulur usia. Studi di Norwegia menunjukkan bahwa mereka yang rajin minum teh minimal secangkir sehari akan dapat menekan angka kematian. Penelitian lainnya dengan subjek manusia usia lanjut (manula) di Belanda menghasilkan temuan bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung menurun seiring dengan kebiasaan minum teh.
Hal ini juga telah dibuktikan sendiri pada masyarakat China yang memiliki usia lebih dari 100 tahun. ”Di Indonesia usia 50 tahun meninggal dianggap biasa. Apalagi meninggalnya karena penyakit degeneratif. Teh merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit degenaratif,” kata Ekky.
Teh memang bermanfaat buat kesehatan karena mekanisme kerjanya menghambat penumpukan plak di arteri sehingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Para peminum teh juga mempunyai arteri yang lebih muda dan kurang rusak. Arteri yang rapuh akan mempermudah penumpukan kolestrol yang menyumbat pembuluh darah.
Oleh sebab itu, lanjut Ekky, sering kali orang minum teh untuk menurunkan kolestrol di dalam tubuh, dan ada kaitannya dengan fungsi sebagai pelangsing tubuh.
”Karena teh sendiri mengandung zat untuk menghambat penumpukan kolestrol dan mengurangi lemak jahat di dalam darah. Lebih dianjurkan bila minum teh jangan dicampur dengan gula. Karena gula akan menghambat bahan aktif di dalam teh tersebut.”
Teh juga akan menetralisasi nitrosamin (penghancur sel) yang berasal dari daging olahan yang diawetkan dan menangkal HCA (amina heterosiklik).
”Bila kita memasak daging, terbentuklah senyawa HCA. HCA adalah zat penyebab mutasi yang dapat merangsang munculnya radikal bebas dan secara luas merusak DNA sel-sel tubuh manusia,” kata Ali lagi.
Berbagai percobaan pada binatang menunjukkan HCA mengakibatkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih.
HCA disinyalir bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada wanita di Amerika. Kekuatan antioksidan pada teh akan mencegah efek buruk HCA.
Teh adalah sup kimiawi yang kaya antioksidan. Kegiatan antioksidan dalam darah para peminum teh meningkat 41-48% setelah 30 menit minum teh hijau dan setelah 50 menit minum teh hitam.
Manfaat teh sebagai sumber antioksidan barangkali sama besarnya dengan khasiat anggur merah. Segelas anggur merah mengandung katekin 300 mg, secangkir teh hijau mempunyai kadar katekin 375 mg dan teh hitam 210 mg. Sisi baik minum teh dibandingkan minum anggur adalah kita mendapatkan antioksidan tanpa harus minum alkohol.
Oleh sebab itu, kata Ekky, di Prancis kecenderungan orang menderita kanker atau penyakit degeneratif lainnya kecil karena kebiasaan minum anggur.
”Buah anggur pun baik untuk antioksidan apalagi bijinya juga dimakan karena mengandung antioksidan. Tetapi di Indonesia teh jauh lebih terjangkau masyarakat dibandingkan minuman anggur.”
Minum teh secangkir dua cangkir sehari kiranya memadai untuk mendapatkan manfaat positif antioksidan. Menurut Ali, sebuah studi di Shanghai, China, membuktikan teh memberikan perlindungan terhadap munculnya kanker esophageal.
”Manfaat ini akan lebih besar lagi apabila kita bukan perokok dan bukan peminum minuman keras. Disarankan agar kita menghindari minum teh panas karena tindakan ini justru mendorong timbulnya kanker kerongkongan.”
Lebih lanjut ia menjelaskan teh yang panas dapat melepuhkan dinding esophagus dan menciptakan luka sehingga kita rentan terhadap kanker.
Senyawa-senyawa dalam teh juga mampu melawan kegiatan bakteri tertentu yang menyebabkan kerusakan jaringan gusi dan tanggalnya gusi. Bakteri streptokokus mutans yang menyebabkan pembusukan gigi.
Untuk itu, Ekky menyarankan dalam minum teh sebaiknya tidak langsung ditelan. ”Melainkan saat minum teh langsung kumur-kumur sebentar kemudian ditelan. Karena teh juga mengandung flouride seperti halnya pasta gigi yang berfungsi untuk kesehatan gigi dan gusi.” (Nda/V-1)Sumber : http://www.mediaindo.co.id/ akses 18 Agustus 2004 9.50 WIB www.gizi.net
Pendapat yang sama datang dari dr Ekky M Rahardja MS, spesialis gizi medis RS Graha Medika.
”Masyarakat China, Himalaya, ataupun Tibet memiliki kebiasaan atau tradisi minum teh setiap hari. Budaya ini juga terdapat di Jepang. Manfaat teh memang cukup banyak dan aman dikonsumsi,” kata Ekky.
Sepanjang tahun, lanjutnya, tidak pernah ada laporan orang keracunan teh.Ali menjelaskan terdapat beberapa jenis teh, antara lain teh hijau dan teh hitam. Teh hijau adalah teh berasal dari pucuk daun teh yang sebelumnya mengalami pemanasan dengan uap air untuk menonaktifkan enzim-enzim yang terdapat dalam daun teh, kemudian digulung dan dikeringkan.
Minuman teh hijau berwarna kuning hijau dan terasa lebih sepat dibandingkan dengan teh hitam. ”Teh hijau identik dengan simbol minuman kesehatan. Teh hijau bermanfaat untuk menyegarkan tubuh karena kaya vitamin C dan vitamin B terutama tiamin sekitar 150-600 mg dan riboflavin sebanyak 1,3-1,7 mg.”
Sedangkan teh hitam dibuat dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan menjadi layu sebelum digulung, kemudian dipanaskan dan dikeringkan. ”Teh hitam disebut juga teh fermentasi dan sebagian besar hampir 98% teh yang beredar di pasaran adalah teh hitam.”
Daun teh, kata Ali, memiliki susunan kimia yang spesifik. Komposisi ini akan memengaruhi mutu teh yang dihasilkan karena terjadinya reaksi-reaksi selama proses pengolahan berlangsung.
Menurut Ekky, sebetulnya di balik pucuk daun teh ini banyak manfaat yang bisa diambil. ”Kalau dari segi gizi untuk 100 gram teh mengandung sekitar 7% hidrat arang. Dan setiap hari orang tidak mengonsumsi teh sebanyak itu. Biasanya hanya satu cangkir atau satu gelas saja. Jadi porsinya kurang dari 100 gram.”
Kelebihan dari teh, kata Ekky lagi, adalah kandungan antioksidan berupa zat katekin cukup tinggi. ”Terutama pada teh hijau kandungan katekin cukup tinggi dibandingkan dengan teh hitam atau teh cokelat, karena teh hijau tidak melalui proses fermentasi.”
Daun teh mengandung tiga komponen penting yang memengaruhi mutu minuman, yaitu kafein yang memberikan efek stimulan, tannin memberi kekuatan rasa (ketir) dan polifenol yang memiliki khasiat kesehatan.
”Polifenol adalah antioksidan yang kekuatannya 100 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C dan 25 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E,” kata Prof Ali.
Polifenol juga bermanfaat untuk mencegah radikal bebas yang merusak DNA dan menghentikan perkembangbiakan sel-sel liar (kanker). ”Untuk mengambil khasiat antioksidan dari teh dianjurkan agar kita menyeduh teh dalam air hangat selama tiga menit.”
Tannin dalam teh yang menimbulkan rasa agak sepat diketahui dapat menghambat penyerapan mineral besi. Itulah sebabnya wanita hamil dianjurkan untuk tidak terlalu sering minum teh guna menghindari risiko anemia (kurang darah).
Bahkan anjuran yang ekstrem, kata Prof Ali, menyarankan agar kita jangan minum teh sehabis makan karena menu lengkap kaya vitamin, mineral, dan protein tidak akan terserap oleh tubuh secara baik apabila dihambat oleh kehadiran teh. Pola minum teh sehabis makan banyak sekali dijumpai pada tradisi masyarakat Sunda.
”Sebaiknya kita sikapi minum teh sehabis makan dengan proporsional. Kalau teh tidak terlalu kental, dampaknya negatif terhadap gangguan penyerapan gizi tidak terlalu besar.”
Baik untuk jantung
Lebih lanjut, Ekky menyarankan bagi penderita kekurangan zat besi tidak dianjurkan minum teh terlalu banyak. ”Walaupun kadar tannin tidak besar, kalau minum teh terlalu berlebihan, bisa menghambat atau merusak zat besi di dalam tubuh.”
Teh juga mengandung katekin tinggi. Aktivitas polifenol maupun katekin sebagai antioksidan untuk mencegah radikal bebas dapat mengurangi kerusakan sel sehingga proses penuaan menjadi lebih lambat.
”Orang tua zaman dulu sering menganjurkan agar kita tiap pagi selalu mencuci muka dengan air teh yang telah direndam semalam (teh wayu). Peresapan air teh melalui pori-pori wajah kita diyakini akan membuat kulit muka selalu kelihatan kencang dan bersinar sehingga memberi kesan awet muda,” kata Ali.
Teh adalah minuman pengulur usia. Studi di Norwegia menunjukkan bahwa mereka yang rajin minum teh minimal secangkir sehari akan dapat menekan angka kematian. Penelitian lainnya dengan subjek manusia usia lanjut (manula) di Belanda menghasilkan temuan bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung menurun seiring dengan kebiasaan minum teh.
Hal ini juga telah dibuktikan sendiri pada masyarakat China yang memiliki usia lebih dari 100 tahun. ”Di Indonesia usia 50 tahun meninggal dianggap biasa. Apalagi meninggalnya karena penyakit degeneratif. Teh merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit degenaratif,” kata Ekky.
Teh memang bermanfaat buat kesehatan karena mekanisme kerjanya menghambat penumpukan plak di arteri sehingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Para peminum teh juga mempunyai arteri yang lebih muda dan kurang rusak. Arteri yang rapuh akan mempermudah penumpukan kolestrol yang menyumbat pembuluh darah.
Oleh sebab itu, lanjut Ekky, sering kali orang minum teh untuk menurunkan kolestrol di dalam tubuh, dan ada kaitannya dengan fungsi sebagai pelangsing tubuh.
”Karena teh sendiri mengandung zat untuk menghambat penumpukan kolestrol dan mengurangi lemak jahat di dalam darah. Lebih dianjurkan bila minum teh jangan dicampur dengan gula. Karena gula akan menghambat bahan aktif di dalam teh tersebut.”
Teh juga akan menetralisasi nitrosamin (penghancur sel) yang berasal dari daging olahan yang diawetkan dan menangkal HCA (amina heterosiklik).
”Bila kita memasak daging, terbentuklah senyawa HCA. HCA adalah zat penyebab mutasi yang dapat merangsang munculnya radikal bebas dan secara luas merusak DNA sel-sel tubuh manusia,” kata Ali lagi.
Berbagai percobaan pada binatang menunjukkan HCA mengakibatkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih.
HCA disinyalir bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada wanita di Amerika. Kekuatan antioksidan pada teh akan mencegah efek buruk HCA.
Teh adalah sup kimiawi yang kaya antioksidan. Kegiatan antioksidan dalam darah para peminum teh meningkat 41-48% setelah 30 menit minum teh hijau dan setelah 50 menit minum teh hitam.
Manfaat teh sebagai sumber antioksidan barangkali sama besarnya dengan khasiat anggur merah. Segelas anggur merah mengandung katekin 300 mg, secangkir teh hijau mempunyai kadar katekin 375 mg dan teh hitam 210 mg. Sisi baik minum teh dibandingkan minum anggur adalah kita mendapatkan antioksidan tanpa harus minum alkohol.
Oleh sebab itu, kata Ekky, di Prancis kecenderungan orang menderita kanker atau penyakit degeneratif lainnya kecil karena kebiasaan minum anggur.
”Buah anggur pun baik untuk antioksidan apalagi bijinya juga dimakan karena mengandung antioksidan. Tetapi di Indonesia teh jauh lebih terjangkau masyarakat dibandingkan minuman anggur.”
Minum teh secangkir dua cangkir sehari kiranya memadai untuk mendapatkan manfaat positif antioksidan. Menurut Ali, sebuah studi di Shanghai, China, membuktikan teh memberikan perlindungan terhadap munculnya kanker esophageal.
”Manfaat ini akan lebih besar lagi apabila kita bukan perokok dan bukan peminum minuman keras. Disarankan agar kita menghindari minum teh panas karena tindakan ini justru mendorong timbulnya kanker kerongkongan.”
Lebih lanjut ia menjelaskan teh yang panas dapat melepuhkan dinding esophagus dan menciptakan luka sehingga kita rentan terhadap kanker.
Senyawa-senyawa dalam teh juga mampu melawan kegiatan bakteri tertentu yang menyebabkan kerusakan jaringan gusi dan tanggalnya gusi. Bakteri streptokokus mutans yang menyebabkan pembusukan gigi.
Untuk itu, Ekky menyarankan dalam minum teh sebaiknya tidak langsung ditelan. ”Melainkan saat minum teh langsung kumur-kumur sebentar kemudian ditelan. Karena teh juga mengandung flouride seperti halnya pasta gigi yang berfungsi untuk kesehatan gigi dan gusi.” (Nda/V-1)Sumber : http://www.mediaindo.co.id/ akses 18 Agustus 2004 9.50 WIB www.gizi.net
Teh hitam
Teh hitam lebih teroksidasi daripada ragam teh hijau, oolong dan putih; keempat varietas itu terbuat dari daun Camellia sinensis. Teh hitam umumnya lebih berasa seleranya dan lebih banyak mengandung kafein daripada teh yang tak teroksidasi.
Dalam bahasa Tionghoa dan bahasa-bahasa yang secara kultural dipengaruhi, teh hitam dikenal sebagai teh merah (紅茶, Bahasa Mandarin hóngchá; bahasa Jepang kōcha; bahasa Korea hongcha), barangkali merupakan deskripsi lebih akurat atas warna airnya. Namun, nama teh hitam bisa pula merujuk ke warna daun yang teroksidasi. Dalam bahasa Tionghoa, teh hitam adalah klasifikasi yang umum digunakan buat teh pascafermentasi, seperti teh Pu-erh. Namun, di dunia Barat, "teh merah" biasanya merujuk ke tisane rooibos dari Afrika Selatan.
Bila teh hijau biasanya kehilangan rasanya dalam setahun, rasa teh hitam tetap bertahan selama beberapa tahun. Atas alasan ini, teh hijau sudah lama diperdagangkan, dan balok teh hitam yang dipadatkan malah menjadi mata uang de facto di Mongolia, Tibet dan Siberia pada abad ke-19[1].
Istilah teh hitam juga digunakan untuk menggambarkan secangkir teh tanpa susu, mirip dengan kopi yang dihidangkan susu maupun krim. Di negara-negara Persemakmuran, teh hitam biasanya tidak diminum begitu saja tapi diberi susu.
Dalam bahasa Tionghoa dan bahasa-bahasa yang secara kultural dipengaruhi, teh hitam dikenal sebagai teh merah (紅茶, Bahasa Mandarin hóngchá; bahasa Jepang kōcha; bahasa Korea hongcha), barangkali merupakan deskripsi lebih akurat atas warna airnya. Namun, nama teh hitam bisa pula merujuk ke warna daun yang teroksidasi. Dalam bahasa Tionghoa, teh hitam adalah klasifikasi yang umum digunakan buat teh pascafermentasi, seperti teh Pu-erh. Namun, di dunia Barat, "teh merah" biasanya merujuk ke tisane rooibos dari Afrika Selatan.
Bila teh hijau biasanya kehilangan rasanya dalam setahun, rasa teh hitam tetap bertahan selama beberapa tahun. Atas alasan ini, teh hijau sudah lama diperdagangkan, dan balok teh hitam yang dipadatkan malah menjadi mata uang de facto di Mongolia, Tibet dan Siberia pada abad ke-19[1].
Istilah teh hitam juga digunakan untuk menggambarkan secangkir teh tanpa susu, mirip dengan kopi yang dihidangkan susu maupun krim. Di negara-negara Persemakmuran, teh hitam biasanya tidak diminum begitu saja tapi diberi susu.
Khasiat Teh Hitam Untuk Mencegah Kanker
zat kimia yang terdapat pada teh hitam ini memiliki antioksidan yang berfungsi mencegah risiko kanker dengan cara memperbaiki sel – sel yang rusak. selain mengandung antioksidan, teh juga mengandung chatechins yang berkhasiat menghambat pertumbuhan sel – sel tumor menyebar keseluruh tubuh dan melindungi tubuh dari polusi udara, asap rokok, efek buruk sinar matahari.
para ahli menunjukkan bahwa orang – orang yang cukup mengkonsumsi teh hitam, memiliki kasus kanker yang lebih rendah dibanding orang yang tidak mengkonsumsi teh. dengan mengkonsumsi teh 2 cangkir setiap hari berisiko lebih rendah 50 % dari risiko kanker kandung kemih, dan kanker ginjal, kanker kolon serta kanker esophagus.
perempuan yang mengkonsumsi teh 4 cangkir setiap hari berisiko tinggi kanker payudara. jika dibanding dengan sayuran seperti bayam, brokoli, maupun wortel ternyata kandungan senyawa antioksidan didalam teh lebih efektif melewan radikal bebas. selain mengandung antioksidan juga mengandung senyawa antijamur, asam amino, senyawa polyphenols, vitamin C, fluoride, theophilline, magnesium, antibakteri serta antiviral.
para ahli menunjukkan bahwa orang – orang yang cukup mengkonsumsi teh hitam, memiliki kasus kanker yang lebih rendah dibanding orang yang tidak mengkonsumsi teh. dengan mengkonsumsi teh 2 cangkir setiap hari berisiko lebih rendah 50 % dari risiko kanker kandung kemih, dan kanker ginjal, kanker kolon serta kanker esophagus.
perempuan yang mengkonsumsi teh 4 cangkir setiap hari berisiko tinggi kanker payudara. jika dibanding dengan sayuran seperti bayam, brokoli, maupun wortel ternyata kandungan senyawa antioksidan didalam teh lebih efektif melewan radikal bebas. selain mengandung antioksidan juga mengandung senyawa antijamur, asam amino, senyawa polyphenols, vitamin C, fluoride, theophilline, magnesium, antibakteri serta antiviral.
Teh Hitam Bio Janna Sehat dan Menyegarkan
Nama Produk : Teh Hitam BioJanna
Harga : P. Jawa Rp. 65.000,- Luar Jawa Rp. 70.000,-
Produsen : CV Janna Persada Ageng
Volume / Isi : 45 gr.
Perijinan : Izin Depkes RI, DEPKES RI 4.10.3309.01.143
Deskripsi Produk :
Satu lagi bentuk sediaan biojanna yang kami luncurkan, yakni TEH BIOJANNA..
Teh Hitam BioJanna adalah teh hitam yang diolah secara alami dari pucuk-pucuk daun teh varietas Camellia sinensis.
Teh Hitam Biojanna dapat membantu mengurangi lemak tubuh.
Teh Hitam Biojanna dapat membantu mengurangi lemak tubuh.
Dengan tambahan kandungan probiotik jenis Lactobacillus rhomnosus dan tentunya dengan bahan dasar daun teh pilihan, yang diperoleh dari daun Camellia sinensis.
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa daun teh dangan bermanfaat bagi kesehatan, dari beberapa penelitian dapat diketahui bahwa daun teh dapat berguna untuk mengatasi sakit kepala, diare, penyubur dan menghitamkan rambut, kolesterol dan trigliserida darah tinggi, kencing manis, mengurangi terbentuknya karang gigi, dan infeksi saluran cerna.
Teh juga mengandung Catechin, yang terkandung dalam teh mengungguli Vitamin C dan sepuluh kali dibanding beta-karoten dalam mencegah radikal bebas. Juga mengandung berbagai vitamin, seperti B1, B2, Vitamin E, Vitamin K.
Fluoride adalah salah satu manfaat yang terkandung dari teh hitam, yang baik untuk menjaga kesehatan mulut dan tulang. Teh hitam juga mengandung flavonoid yang ditemukan pula di apel, Konon, mampu melawan kanker. Teh hitam punya kekuatan menghalau bakteri dan memperkuat sistem imun tubuh.
Mengkonsumsi teh hitam tak hanya baik untuk hidrasi tubuh, tetapi juga baik untuk kelembapan kulit, anti-radang. Teh hitam menjaga kelancaran fungsi pencernaan, membantu kurangi risiko stroke sambil menjaga kesehatan kolesterol.
Teh juga mengandung kafein yang diasosiasikan sebagai stimulan yang mempengaruhi sistem saraf pusat dan kewaspadaan mental. Mencegah kantuk dan kecepatan pemulihan dari kelelahan. Namun uniknya the tidak menyebabkan efek kafein seperti di dalam kopi. Karena teh mengandung (L-Theanine: Caffeine Counteraction), yang merupakan antagonis kafein, yang berarti bahwa itu mengurangi “hyper” efek dari kafein, sehingga banyak orang akan mengatakan “menenangkan” dengan secangkir teh dan tidak menenangkan dengan secangkir kopi. Dan dalam hal teh hitam, Kandungan kafein dari teh hitam tidak terlalu banyak, karenanya baik untuk sirkulasi. Sehingga dalam hal ini konsumsi teh dipagi hari akan membantu menyeimbangkan level hormon untuk menghalau stress.
Kemampuan berpikir biasanya berkurang ketika tubuh sedang merasa letih. Namun dengan secangkir teh, otak tetap bisa diajak berpikir keras meski tubuh dalam kondisi lelah dan tidak punya tenaga untuk beraktivitas secara fisik.
Nah..ditambah lagi dengan kandungan Lactobacillus rhamnosus dalam teh biojanna, akan lebih menambah semangat kerja dan menghindari stress bahkan dapat digunakan untuk terapi pada depresi.
Lactobacillus rhamnosus pada dasarnya adalah bakteri di usus,namun selain membuat usus senang, bakteri ini juga mampu membuat tuan nya (diri kita) menjadi senang pula. Dan telah diperoleh hasil dari penelitian bahwa Lactobacillus rhamnosus adalah bakteri yang bertanggung jawab terhadap suasana hati dan prilaku manusia.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Proseding National Academy of Secience. Dr Javier Bravo dan Profesor Jhon Cryan, dari University College Cork di Irlandia menunjukkan bakteri jinak Lactobacillus rhamnosus menjaga suasana hati host menjadi lebih bahagia. Juga disebutkan bahwa juga memiliki potensi untuk mengubah neurokimia otak dan mengobati kecemasan dan depresi yang terkait dengan gangguan.
Sehingga dapat menjadi masukan bahwa organisme probiotik tersebut dapat menjadi terapi tambahan yang bermanfaat dalam stress terkait gangguan kejiwaan.
Demikian dapat diuraikan bahwa konsumsi teh biojanna di pagi hari, akan dapat menjaga semangat anda bekerja sepanjang dari dan juga menghindari stress ditempat anda bekerja. Selain tentunya manfaat kesehatan yang lain, seperti memperbaiki saluran cerna hingga menjaga kelembaban kulit, terutama bagi umumnya wanita karir dan bahkan dapat direkomendasikan untuk terapi pada keadaan depresi atau gangguan kejiwaan yang semisal.
Kandungan Teh Hitam Biojanna :
- Polifenol (katekin dan flavonal) Vitamin B1, B2, C, E, dan K, Mangan, Potasium dan Flour.
Reaksi Positif yang Timbul :
- Untuk hari-hari pertama beberapa orang akan mengalami sering buang air besar, kecil, keringat lebih banyak bagian dari proses detoksifikasi. Setelah melewati reaksi yang timbul, jumlah konsumsi dapat ditingkatkan.
Cara Konsumsi :
- Masukkan 1 sendok teh (1.5 gram) butiran Teh Hitam Biojanna dalam gelas 250 ml dan tuangkan air minum yang mendidih diamkan sejenak selama 5 menit untuk mengeluarkan aroma dan rasa dalam kondisi gelas tertutup. Diminum selagi hangat-hangat panas.
Perhatian : Untuk penyeduhan teh jangan sampai dingin dan hanya sekali saja tidak boleh berulang, karena partikel atau kandungan teh akan bersenyawa dengan udara bebas.
TESTIMONI :
- Ibu Yanti, Surakarta. “ Saya mengalami pendarahan selama 4 tahun, sudah berobat kemana-mana tidak ada perubahan. Setelah saya minum teh hitam BioJanna dua kali sehari pagi dan sere selama tiga hari pendaharan saya sudah total. Pembalut saya yang biasanya tiap hari penuh darah, sekarang sudah bersih dan badan saya lebih fit dan ringan. Seluruh keluarga jadi heran dan takjub. Terima kasih teh hitam BioJanna. “
Subscribe to:
Posts (Atom)
